Tampilkan postingan dengan label Pengetahuan Satwa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengetahuan Satwa. Tampilkan semua postingan

Binatang ini Pemegang Rekor Lidah Tercepat


Bunglon adalah binatang yang unik. Tak cuma sistem pertahanan canggih, bisa merubah warna kulitnya, binatang ini juga punya 'senjata alami' berbahaya, bak sebuah rudal balistik: lidahnya sendiri.
Lidah ini biasanya ditembakkan sebagai senjata yang ampuh untuk menangkap mangsanya, jangkrik atau serangga sejenisnya. Memang banyak binatang lain yang punya lidah berkecepatan tinggi, seperti misalnya salamander, atau beberapa spesies kodok.

Gajah untuk Deteksi Gempa


VIVAnews – Informasi mengenai potensi gempa 8,9 skala Richter yang dapat diikuti tsunami di sepanjang zona patahan Sumatera telah dirilis para ahli gempa Indonesia. Informasi tersebut diharapkan ditindaklanjuti dengan berbagai upaya mitigasi bencana.
Salah satunya adalah dengan melepaskan jenis-jenis hewan tertentu yang memiliki kepekaan terhadap perubahan alam, sebagai natural early warning system.

Mengapa Merpati Menjadi Simbol Cinta?

Merpati merupakan simbol kedamaian serta cinta di Hari Valentine. Mengapa?

Asosiasinya membawa kita kembali ke abad pertengahan ketika orang-orang meyakini semua burung memilih pasangannya di Hari Valentine. Meski beberapa burung mencari pasangan selama pertengahan Februari, termasuk burung hitam dan ayam hutan, kebanyakan musim kawin burung berlangsung selama musim semi dan musim panas.

Burung merpati itu dipilih mewakili cinta karena mitologi Yunani terkait burung kecil putih bersama Aphrodite, dewi cinta. Aphrodite/Venus sering digambarkan bersama merpati beterbangan di sekitarnya atau beristirahat di tangannya.

Merpati juga mewakili monogami dan kesetiaan dalam hubungan karena burung ini cenderung tinggal bersama pasangannya selama musim kawin.

Merpati jantan juga membantu menetaskan dan merawat anak mereka, yang membantu burung ini mencapat citra setia dan mencintai.

Bahkan, reputasi mereka sebagai simbol cinta begitu kuat dan membuat banyak resep obat cinta populer di abad pertengahan memasukkan jantung burung merpati sebagai bahannya. [mor]

Inilah Gorila Kembar Terlangka di Dunia

Gorila kembar telah lahir di pegunungan Rwanda. Gorila ini dianggap langka karena kembar dalam populasi gorila gunung sangat tidak biasa. Seperti apa?

Gorila kembar ini merupakan penunggu baru Taman Nasional Gunung Berapi Rwanda dan tercatat sebagai kembar kelima yang berhasil terekam.

Saat ini, gorila gunung setidaknya berjumlah 800 ekor yang hidup di alam liar seluruh dunia, menurut LSM Gorilla Organisation yang berada di Inggris.

"Sangat jarang menemukan gorila gunung yang kembar. Keduanya adalah pejantan dan kami merasa bahagia untuk mengetahui masa depan mereka," ujar manajer program Gorilla Organisation.

Ibu gorila biasanya hanya memiliki satu bayi setiap empat tahun atau lebih. Inilah yang menjadi alasan mengapa jumlah gorila sangat sedikit dan rentan kematian.

Lebah Punah Pangan Dunia Terancam

Jakarta - Teori Einstein terbukti benar. Kepunahan lebah madu mengancam keamanan pangan dunia. Krisis lebah menciptakan ketakutan di kalangan industri makanan.

Hampir sepertiga hasil pertanian dunia bergantung pada penyerbukan hewan, sebagian besar berada di tangan lebah madu. Makanan tersebut menyediakan materi mineral, vitamin dan anti oksidan bagi tubuh.

Karenanya, jika jumlah lebah menurun drastis, ketahanan makanan ikut terguncang. Fenomena itu dikabarkan akibat parasit atau virus, penggunaan pestisida yang berlebihan sehingga mengganggu sistem saraf lebah muda serta pengurangan habitat besar-besaran.

Krisis lebah dipandang sebagai keprihatinan serius, termasuk dalam pandangan PBB. Pemberi pinjaman agribisnis Rabobank mengatakan jumlah koloni lebah AS telah gagal bertahan hidup selama musim dingin. Kewaspadaan yang sama juga muncul di Eropa, Amerika Latin dan Asia.

Ilmuwan Albert Einstein pernah mengatakan ungkapan yang membuat masyarakat terhenyak. “Jika lebah menghilang dari permukan bumi, manusia hanya punya kesempatan hidup selama empat tahun.” Seperti skenario kiamat yang berlebihan, ungkap pihak Rabobank.

Tumbuhan jagung, gandum dan padi memang diserbuki angin. Namun penyerbukan hewan sangat penting bagi kacang-kacangan, melon, jeruk, apel, bawang, brokoli, kubis, kecambah, paprika, terong, alpukat, mentimun, kelapa, tomat dan kakao. Tumbuhan tersebut merupakan produk yang paling berharga bagi ekonomi global.

Lebah yang terancam punah sudah mencapai titik berbahaya, keluar dari jalur keteraturan. Bahkan, Amerika Serikat mengklaim keadaan ini sangat ekstrim dibandingkan 1961.

“Petani mulai mengatur produksi panen dengan sedikit koloni lebah. Memang belum ada bukti dampaknya di bidang pertanian namun kita belum tahu soal masa depan yang mengkhawatirkan,” tulis laporan Rabobank.

Rabobank mengatakan koloni lebah AS diperparah dengan masuknya madu Asia yang melemahkan industri Amerika Serikat sendiri. Apalagi, pasokan murah ini semakin gencar sejak 1990.

China juga mengalami masalah yang sama. Pestisida yang digunakan di kebun pir sudah menyapu bersih lebah di kawasan Sichuan pada 1980. Karenanya, petani saat ini menggunakan sistem penyerbukan manual dengan tangan. Sangat menyulitkan mengingat satu koloni lebah bisa menyerbuki bunga hingga 300 meter per hari.

Jerman, Prancis dan Italia telah melarang beberapa pestisida terutama neonicotinoids (semacam tembakau) yang membahayakan keberadaan lebah. Asosiasi Peternak Lebah Inggris menyerukan ulasan aturan pembatasan pestisida karena khawatir negara tersebut benar-benar kehilangan lebah dalam satu dekade terakhir.

Kementerian Pertanian Amerika Serikat via Laboratorium Penelitian Lebah menemukan bukti pestisida dalam jumlah minimum mampu mengurangi kemampuan lebah melawan patogen jamur.

Dokumen Badan Perlindungan Lingkungan Inggris yang sempat bocor di internet menyebutkan clothianidin yang digunakan pada biji jagung sangat beracun karena menimbulkan risiko jangka panjang bagi lebah.

Menurut catatan Rabobank, masyarakat dunia harus memaksa perusahaan makanan dan pupuk menemukan cara meningkatkan hasil panen tanpa membahayakan lebah. Apalagi, 70 juta konsumen membutuhkan materi pertanian setiap tahun.

Jumlah ini terus bertambah sejalan revolusi makanan Asia, kelangkaan air di China dan India serta kebutuhan besar-besaran gandum di Amerika Serikat, Argentina dan Uni Eropa karena materi ini juga dimanfaatkan untuk bahan bakar mobil. Einstein tidak selalu salah. [mdr]

Puluhan Ribu Lebah Kanada Mati

Sebuah museum di Kanada mengadakan penyelidikan, Jumat (11/2) waktu setempat, mengenai penyebab kematian mendadak 20 ribu lebah koleksi mereka.

“Seluruh 20 ribu lebah kami mati dalam waktu 48 jam,” papar kurator Royal Ontario Museum Amanda Fruci. Sarang lebah-lebah tersebut diletakkan dalam ruangan kaca, agar bisa dilihat pengunjung.

Menurut Fruci, pihak museum hingga kini masih belum yakin mengapa koloni lebah peliharaan mereka itu tiba-tiba terkena sindrom kolaps. Sebab, sindrom itu biasanya menimpa lebah yang meninggalkan sarangnya dan tak pernah kembali.

“Dalam kasus ini, mereka mati di dalam sarangnya sendiri,” papar Fruci yang menyatakan dalam keadaan normal, koloni lebah memang kehilangan 5% populasinya. Jika terkena sindrom kolaps atau colony collapse disorder (CDD), bisa sampai 90% tewas.

Misteri kematian massal populasi lebah juga dilaporkan pada koloni-koloni di Eropa, Jepang dan beberapa bagian bumi lainnya, dalam beberapa tahun terakhir ini. Sejumlah tanaman pertanian terancam, terutama yang bergantung pada lebah untuk penyerbukan.

Pihak Royal Ontario Museum menyingkirkan kemungkinan bahwa penyebab kematian adalah kesalahan perawatan atau kelaparan pada lebah-lebah itu. Namun, beberapa penyebab yang mungkin adalah ventilasi rendah, parasit atau sarang yang kurang hangat.

Kematian massal lebah seringkali dikatakan sebagai kiamat ekologi. Hal ini disebabkan banyaknya tanaman yang bergantung pada hewan penghasil madu ini untuk proses penyerbukan. Meski begitu, kasus kali ini menimpa lebah-lebah koleksi museum. [ast]

Semut Super Mulai Serang Eropa


KOPENHAGEN�- Sebuah spesies semut yang biasa berdomisili di wilayah Laut Hitam kini mulai menyerbu ke lebih dari 100 wilayah bagian di Eropa. Bahkan pergerakannya saat ini sedang menuju barat dan Asia.



Menurut para ilmuwan, jika spesies semut super ini tidak dihalau maka mereka akan terus melaju ke wilayah-wilayah lain seperti Jerman, Skandinavia dan Inggris Raya. Bahkan tidak lama lagi, aksi mereka akan menginvasi seluruh belahan bumi.��

Serangga super tersebut diketahui bernama Lasius Neglectus, spesies semut yang rela membunuh sesama semut lainnya untuk bisa menguasai wilayah baru. Bahkan disinyalir, spesies yang ditemukan pertama kali pada tahun 1990 di Hungaria ini, telah berhasil memasuki wilayah Asia.

"Penyebarannya yang secara merata di wilayah Eropa dan Asia merupakan bukti nyata bahwa serangga ini merupakan bahaya yang akan mengancam seluruh wilayah di dunia," ujar salah satu ilmuwan, seperti dikutip melaluiLive Science, Kamis (4/12/2008).

Perkembangan spesies yang begitu pesat ini dikarenakan semut merupakan hewan yang mampu beradaptasi. Semut urban, misalnya, mereka memiliki kemampuan beradaptasi dengan panas yang menyengat sehingga mereka bisa hidup di kota-kota.

Ilmuwan memprediksi terdapat sekira 20.000 spesies semut berbeda di dunia. Bahkan jumlah semut yang ada di Amazon diprediksi empat kali lipat lebih banyak ketimbang jumlah hewan seperti burung, reptil, mamalia dan amfibi, yang ada di sana.

Ketika semut-semut tersebut menempati lokasi baru maka saat itu pula aksi mereka akan terlihat sangat agresif, bahkan cenderung merusak komunitas flora dan fauna di daerah tersebut.

Lasius Neglectus memiliki ciri-ciri yang sama dengan semut hitam yang biasa berdiam di kebun namun koloni yang dihimpunnya mampu mencapai 100 kali lipat dari koloni semut biasa. Bahkan kehadirannya cenderung membuat semut-semut lain harus menyingkir.

"Ketika saya melihat semut ini pertama kali, saya sempat tidak percaya kalau ada semut kebun dalam jumlah yang banyak seperti ini. Bahkan mereka hidup dengan kerja sama yang lebih baik tanpa memiliki kemampuan untuk terbang," ujar peneliti asal Universitas Kopenhagen Jacobus J Boomsma.

"Ke depan, akan ada lebih banyak invasi lagi dari semut-semut itu. Kini saatnya kita mulai mempelajari tentang biologi mereka," ujar ilmuwan yang mengkoordinasikan progran invasi semut ini di Kopenhagen, Jes S Pedersen (srn)

Hewan Kutub Berubah Warna Saat Musim Dingin Tiba

Mungkin Anda sudah tidak asing dengan yang namanya bunglon. Yup, hewan sejenis cicak atau tokek yang hidup di pepohonan ini punya keistimewaan mampu merubah warna tubuhnya.

Kalo lagi di dedaunan warnanya hijau, kalo lagi di batang pohon jadilah coklat. Ternyata tidak hanya bunglon atau hewan sejenis kadal lainnnya saja yang bisa merubah warna tubuhnya disesuaikan dengan kondisi sekitarnya.

Beberapa jenis hewan di kutub punya keistimewaan yang sama. Ketika musim dingin tiba, warna kulit atau bulu mereka akan berubah seputih salju.

Serigala Kutub

Mulai bulan September, serigala kutub mengganti bulu coklatnya, berubah warna menjadi putih untuk membantunya menghadapi musim dingin. Ketika musim panas datang, sekali lagi warnanya berubah menjadi coklat, membantunya bersembunyi lebih baik di habitatnya.

Serigala kutub hidup lebih jauh di sebelah utara daripada jenis serigala lainnya dan memburu tikus-tikus kutub untuk santapannya. (sumber: floridapfe,mala-zaba)


 
  

Kelinci Kutub

Seperti halnya serigala kutub, perubahan warna pada kelinci kutub adalah juga mutlak terjadi. Meski selama musim panas berwarna coklat dengan flek-flek hitamnya, ketika memasuki musim dingin warna bulunya berubah menjadi putih bersih.

Tidak hanya membantu menjaganya tetap hangat, tapi juga menjadikannya terkamuflase di tengah salju ketika mereka keluar dari sarang atau liangnya. (sumber: elferra, ajna6)



 

Ptarmigan (Belibis Kutub)

Ptarmigan (burung belibis) atau dikenal dengan ptarmigan gunung di Amerika Utara adalah burung populer yang berubah warna dari coklat menjadi putih dengan pengecualian warna ekornya yang tetap seperti aslinya coklat atau hitam.

Burung-burung ini lebih suka berada di ketinggian dan area yang tandus dan sering bertengger di batu-batu atau diam saja di salju (bersembunyi), daripada di pepohonan dimana mereka justru mudah terlihat di musim dingin.
(sumber: laurinhamuse, jonina_oskarsdottir)

 


Rusa Kutub (Karibu)

Umumnya, kulit sejenis rusa kutub ini berwarna antara coklat dan putih, tapi tidak pernah seluruhnya coklat atau putih. Di musim panas warnanya akan dominan coklat tapi lehernya tetap berwarna keputih-putihan, sedangkan di musim dingin warna putihnya menyebar dan menjadi jelas meski warna coklatnya tidak sepenuhnya lenyap. Tingkat perubahan warnanya juga tergantung dari kondisi habitat sekitarnya. (sumber: wikipedia)



Ermine (Cerpelai)

Ermine (cerpelai), juga dikenal dengan musang berekor pendek, adalah anggota paling kecil dari famili musang. Ermine adalah hewan malam hari (meski kadang-kadang mereka keluar juga di siang hari) saat ini banyak ditemukan di daerah kutub Asia, Eropa, dan Amerika Utara. Lihat bagaimana hewan ini merubah warna punggungya dari coklat menjadi keputih-putihan di musim dingin.
(source: krattray, mcgregormountainlodge)



SILAKAN BERKOMENTAR

Siapa Bilang Monyet Tidak Bisa Berhitung?

BERLIN - Hasil studi terbaru yang dilakukan para peneliti Jerman menyebutkan, monyet memiliki kemampuan dasar matematika.

Monyet terbukti memiliki kemampuan berhitung. Kesimpulan ini didapat setelah peneliti menguji monyet menentukan jumlah titik yang muncul pada sebuah layar. Mereka bisa menebak jumlah titik tersebut bertambah atau berkurang.

Hasil percobaan menunjukkan mereka bisa membuat keputusan berdasarkan apa yang mereka temukan. Professor Andreas Nieder dari University of Tubingen, Jerman, yang memimpin studi ini yakin temuan ini menandakan bahwa kemampuan dasar matematika "hard-wired into evolution".

"Ini adalah kemampuan matematika versi primitif yang memiliki manfaat dalam proses bertahan hidup," kata Andreas seperti dikutip dari Telegraph, Jumat (22/1/2010).

"Contohnya pada saat mencari makan, kemampuan ini bermanfaat untuk memilih pohon yang memiliki lebih banyak buah," tambahnya.

Andreas kemudian menjelaskan, kemampuan berhitung sama pentingnya bagi monyet untuk mengetahui jumlah individu dalam kelompok mereka dan membandingkannya dengan kelompok lain yang menjadi pesaing atau lawan mereka. Dengan demikian, monyet bisa tahu apakah mereka terancam oleh kelompok lain atau tidak.

Dalam studi ini monyet yang menjadi partisipan dilatih untuk mengenali jumlah titik yang ditampilkan pada sebuah layar. Mereka ditugaskan membandingkan jumlah titik yang ditampilkan layar berikutnya.

Jika jumlah titik bertambah dari yang ditampilkan pada layar sebelumnya, monyet itu diminta menarik semacam alat pengungkit. Sebaliknya jika jumlah titik lebih sedikit dari yang ditampilkan di layar sebelumnya, monyet tidak akan menarik pengungkit.

Monyet yang menebak dengan benar diberikan apel dan air minum sebagai hadiah atas kepintaran mereka. Dari studi ini juga diketahui bahwa rata-rata tingkat akurasi tebakan monyet yang di uji adalah sebesar 90 persen. (rah)

Riset: Anjing Lebih Baik Daripada Kucing

WASHINGTON - Pada sebuah studi yang meneliti karakter, kecerdasan dan kegunaan seekor hewan, memperlihatkan bahwa anjing merupakan hewan peliharaan yang lebih unggul ketimbang kucing, terutama dalam hal kegunaannya bagi manusia.

Para ahli membandingkan 11 ciri-ciri hewan yang dilihat berdasarkan berbagai kategori, mulai dari ukuran otak hingga dampak mereka terhadap lingkungan. Dalam penelitian tersebut, anjing lebih unggul dalam enam kategori, sementara kucing hebat dalam lima kategori. Demikian keterangan yang dikutip dari News.com, Kamis (10/12/2009).

Pertama-tama peneliti mendaftar bidang-bidang apa saja yang menjadi kelebihan kucing. Daftar ini termasuk otak yang lebih besar dari proporsi ukuran tubuh mereka.

Kucing memiliki lebih banyak sel pada otaknya. Tercatat ada lebih dari 1,4 juta sel pada otak kucing yang lebih banyak digunakan untuk melakukan berbagai fungsi kompleks seperti daya ingat dan perhatian.

Poin lain yang mencerminkan keunggulan kucing, hewan ini disukai lebih banyak orang. Di negara yang masuk kategori 10 besar negara dengan pemelihara kucing terbanyak, ada 204 juta orang yang memelihara kucing. Sebaliknya, hanya ada 173 juta anjing yang dipelihara di 10 negara dengan jumlah pemelihara anjing terbanyak.

Kucing pun dikenal sebagai hewan peliharaan yang lebih ramah lingkungan. Kucing memiliki nafsu makan lebih kecil sehingga tidak banyak mengkonsumsi makanan, hal ini menghasilkan gas karbon yang lebih sedikit pula. Untuk anjing berukuran kecil seperti chihuahua, mereka menghasilkan gas karbon tahunan yang setara dengan karbon yang dihasilkan oleh rata-rata kucing berukuran besar.

Namun dari penelitian tersebut, beberapa kategori yang berhubungan dengan interaksi hewan dan manusia, menempatkan anjing lebih baik ketimbang kucing.

Anjing memiliki sejarah lebih panjang dalam interaksinya dengan manusia, mereka juga telah menjadi hewan peliharaan sejak 135.000 tahun lalu. Sementara kucing relatif disebut sebagai pendatang baru di rumah-rumah para pemelihara hewan. Anjing pun memiliki kemampuan yang sangat baik dalam berhubungan dengan 'majikan' mereka.

Selain itu, anjing menampilkan kekuatan superior dalam hal kemampuan memahami kata. Salah satu studi terpisah menyebutkan, seekor anjing gembala bernama Rico mampu memahami lebih dari 200 kata yang diajarkan majikannya. Anjing bisa mengikuti gerakan isyarat manusia, seperti menjulurkan tangan atau mengangukkan kepala untuk menemukan makanan.

Hal lain yang sangat menonjolkan kelebihan anjing adalah manfaatnya bagi lingkungan sekitar. Kemampuan anjing dalam menuntut tunanetra berjalan menjadi poin kelebihan anjing yang tidak dimiliki kucing. Anjing, dikenal sebagai hewan cerdas yang mudah diajari. Anjing bisa bertingkah sebagai pemburu, membantu kepolisian melacak keberadaan korban, mendeteksi datangnya gempa, membantu kesembuhan pasien dan lain sebagainya. (rah)

Spesies Kepiting Mirip Stroberi , Taiwan yang Punya

TAIPEI - Ahli biologi makhluk laut di Taiwan, Ho Ping-ho menemukan dua spesies kepiting betina baru yang cangkangnya mirip dengan buah stroberi.

Kedua kepiting ini sebenarnya telah ditemukan sejak Juni 2009 silam di Taman Nasional Kenting, Taiwan. Ketika itu, Ho dan timnya tengah melakukan studi mengenai dampak kapal karam terhadap biota laut. Menurut Ho, kawasan pantai selatan Taman Nasional Kenting memang dikenal sebagai wilayah yang kaya akan makhluk laut yang beraneka ragam.

Ho memerlukan waktu cukup lama untuk menentukan bahwa spesies yang ditemukannya merupakan spesies kepiting baru. Setelah menganalisa sekira 10.000 spesies kepiting, barulah Ho yakin untuk mengumumkan bahwa penemuannya merupakan spesies kepiting paling baru. Demikian keterangan yang dikutip dari Discovery, Rabu (6/1/2010).

Saat pertama kali melihatnya, semua orang akan terkesan dengan cangkang kepiting tersebut. Jika pada umumnya cangkang kepiting yang berwarna merah terlihat polos, tidak demikian dengan spesies kepiting baru ini. Pada cangkangnya yang merah menyala tersebar bintik-bintik kecil berwana putih, mirip buah stroberi. Penampilan seperti inilah yang kemudian membuat kepiting tersebut dijuluki kepiting stroberi.

Ho dan timnya dari National Taiwan Ocean University menyebutkan jenis kepiting stroberi umumnya tinggal di wilayah perairan Hawai, Polynesia dan Mauritius. Namun kepiting yang ditemukannya sedikit berbeda karena memiliki bentuk cangkang seperti kerang dan lebarnya sekira 2,5 cm. (rah)